Seharusnya,
menulis memang semenyenangkan ini!
Tuliskan saja apa yang ada dalam
pikiraan dan perasaan, tuangkan saja pada kertas-kertas putih yang bertebaran
di sekeliling. Itu jauh lebih menyenangkan daripada harus getol meminta orang
lain mendengarkan curhatan kita, memaksa tidak langsung orang lain merasakan
apa yang kita rasa.
Menulislah dengan hati, tulislah
apa yang memang sepatutnya ditulis. Tidak usah sedikitpun berfikir untuk
menggadai ataupun menjualnya, tidak usah berfikir apakah orang lain suka pada
apa yang telah kita eja.
Seharusnya,
menulis memang semenyenangkan ini!
Bukannya dalam tulisan kita
bebas menentu takdir kita, bebas saja mau menjadikan kita sebagai siapa yang
kita suka. Seorang putri raja atau
seekor rusa. Bukankah itu menyenangkan bisa merubah takdir sekehendak kita? Besok
raja sekarang hamba, nanti merah sekarang jingga.
Menulis itu indah, bukankah
kertas putih dan pena di tangan selalu sanggup sekali mendamaikan, menerima
dengan sabar dan selalu menjadi pendengar baik kapan saja dibutuhkan.
Menulislah! Ini menyenangkan!
Ketika semua orang mulai acuh pada lingkungan sekitar, bahkan kita masih bisa
mencipta lakon anyar dalam kehidupan. Mengizinkan sesuatu ikut hadir dan
mengambil bagian dalam perubahan yang kita impikan.
Menulislah! Itu sama saja artinya
dengan kita kembali belajar!
Belajar merasa! Belajar jujur
pada rasa!
Ciputat, Mei 2015


0 komentar:
Posting Komentar