Apa senja selalu berwarna jingga? Menurutku tidak, saat sendu ia
kelabu, saat haru dia biru. Kita pun begitu, kadang gelakan tawa, kadang juga tangis
memecah. Tapi ini bukan tentang warna langit senja. Ini tentang apakah kita
menikmati semua warna yang dihasilkan senja. Ini tentang apakah kita menikmati proses
dari setiap inci yang telah kita cipta. Ini tentang Kita.
Maka aku mohon ceritakan lagi, Be. Tentang pelangi indah kita di
kota itu. Beserta roda-roda sepeda yang bergulir menemani langkah kita menjemput
asa. Kau dan pagi adalah semangatku. Seperti ayam singgahan yang kau lahap
sebelum jam pelajaran kedua.
Ceritakan lagi, Be. Kapan kita akan kembali ke kota itu. Mungkin
nanti kita akan lebih dewasa. Sama seperti pohon ceri yang tiap sore kau petik,
menyembunyikanku yang diam diam menikmati senyummu.
Ceritakan lagi, Be. Sore dan punggungmu selalu menjadi cerita
paling indah. Sawah hijau yang kita lewati menjadi saksinya, aku selalu ingin
berjalan di belakangmu. Mengikuti kemanapun engkau tuju.
Ceritakan Be. Ceritakan lagi padaku bahwa engkau akan tetap di
sini. Sama seperti semua kenangan indah kita di kota itu....
Ciputat,
24 februari 2016


0 komentar:
Posting Komentar