Menulis

by 18.34 0 komentar


Dulu, saya orang yang gabisa lepas dari menulis. Semua hal yang saya alami, yang saya rasakan dan saya pikirkan semua saya tulis. Apapun, bahkan hal-hal kecil yang menurut orang lain tidak perlu ditulis bisa jadi bahan untuk saya tulis. Banyak teman bertanya kenapa menulis? Entahlah, tapi yang jelas menulis itu menyenangkan. Saya merasa bahwa menulis adalah satu satunya cara dimana saya bisa berekpresi dengan jujur, No compulsion. Dan itu menenangkan. Kenyataan bahwa tidak semua teman bisa menjadi tempat curhat yang baik membuat saya berfikir untuk menciptakan sesuatu yang menyenangkan. Dan itu berhasil, menulis membuat saya memiliki dunia saya sendiri, dunia yang unobstructed, dunia yang bebas.
Menulis berarti belajar. Belajar untuk jujur terhadap rasa, belajar untuk berani mengungkap dan menceritakan segala peristiwa, belajar untuk peka terhadap segala hal yang terjadi di sekeliling kita. Menulis tidak hanya membuat saya bebas berekspresi, ia juga memberi ruang dimana saya bisa belajar banyak hal. Dari menulis, saya belajar tentang keberanian, kejujuran, kepekaan.
Sebagian mungkin menulis agar tulisannya dapat dimuat dan menghasilkan pundi –pundi rupiah. Tapi saya lebih memaknainya sebagai bagian dari warisan sejarah. Bahwa menulis adalah upaya mengikat apa yang telah kita lalui ke dalam kertas yang suatu saat entah kapan bisa dibaca ulang dan dikenang kembali. Menulis adalah bekerja untuk keabadian, seperti kata Pramoedya Ananta Toer “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dalam sejarah” .
                                                         Ciputat, 23 Februari 2016

Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar